BRANDING PW #1 : KENALAN SAMA PW!

Published by hmgp.geo on

Umi Sholikhah1, Maya Sukma Aprilia2

12Divisi Riset dan Keilmuwan HMGP UGM 2020

12Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

————————————————————————————————————

Pembangunan Wilayah adalah salah satu program studi yang ada di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Sebelum bernama ‘Pembangunan Wilayah’, program studi ini sempat memiliki nama Perencanaan Pengembangan Wilayah. Prodi ini telah dibuka sejak tahun 1985 dengan nama Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Transmigrasi. Bahkan, pada tahun 2007 program studi ini sempat menjadi bagian dari Jurusan Sains Informasi Geografi dan Pengembangan Wilayah (SIG-PW) bersama dengan program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh. Baru pada tahun 2015, program studi Pembangunan Wilayah menjadi program studi tersendiri.

“Tapi sebenarnya, apa sih Pembangunan Wilayah itu?”

Pembangunan Wilayah, salah satu program studi di bawah Fakultas Geografi UGM, merupakan program studi yang mempelajari mengenai perencanaan dan pembangunan suatu wilayah agar pembangunan dan pengembangan di suatu wilayah dapat berkelanjutan. Dengan belajar pembangunan wilayah, kita jadi tahu seluk-beluk suatu wilayah yang nantinya akan menjadi pertimbangan dalam membuat perencanaan dan keputusan yang baik untuk wilayah itu.

“Terus, kenapa Pembangunan Wilayah jadi bagian dari Fakultas Geografi? Memangnya di Pembangunan Wilayah belajar apa saja?

Pembangunan Wilayah ada di bawah Fakultas Geografi karena ilmu yang dipelajari adalah ilmu tentang kewilayahan melalui sudut pandang geografi. Sudut pandang geografi dapat diterapkan dengan tiga pendekatan geografi, yakni pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. Berbeda dengan program studi yang juga bergerak dalam perencanaan dan pengembangan wilayah lainnya, Pembangunan Wilayah menganggap tiap-tiap wilayah memiliki ciri khasnya masing-masing. Jadi, dalam mengembangkannya, tentu tidak bisa sembarangan. Melalui ilmu geografi, kita jadi bisa tahu ciri khas dan keistimewaan wilayah yang akan kita kembangkan. Oleh sebab itulah, Pembangunan Wilayah jadi sebuah program studi perencanaan yang istimewa di bawah naungan Fakultas Geografi.

Bagi teman-teman yang tidak mendapatkan mata pelajaran geografi di bangku SMA, tentu tidak perlu khawatir untuk belajar di Pembangunan Wilayah karena nantinya teman-teman akan diberikan ilmu-ilmu dasar geografi dan pembangunan di semester-semester awal. Mata kuliah dasar tersebut seperti, Pengantar Geografi, Geografi Manusia, Meteorologi Klimatologi, Kartografi Dasar, Geologi, Geomorfologi, dan mata kuliah dasar khusus PW, diantaranya adalah Teori Keruangan dan Teori Pembangunan. Nah, karena objek yang dipelajari ini cukup luas, maka mahasiswa Pembangunan Wilayah juga mudah untuk relate ketika berdiskusi lintas disiplin ilmu bersama prodi lain yang memiliki karakteristik mirip Pembangunan Wilayah, seperti PWK, MKP, PSdK, Pembangunan Ekonomi, Geodesi, dan lain-lain.

“Kok bisa luas gitu belajarnya, terus khas nya apa dong?”

Nah, setiap bidang ilmu pasti memiliki kekhasannya masing-masing. Pun begitu di PW, teman-teman memang dipersiapkan untuk mampu menganalisis wilayah sehingga terlihat potensi dan permasalahan di dalamnya. Oleh karena itu, teman-teman dapat mengambil fokus ketertarikan dalam bidang-bidang tertentu, seperti pengembangan desa, smart city, geopolitik, kebencanaan, gender dalam pembangunan, statistika dalam pembangunan, ekonomi regional, dan lain-lain. Tentunya, dalam mengembangkan fokus studi tersebut akan dibantu dengan dosen-dosen yang super keren dan yang terpenting menguasai bidang ilmu tersebut.

“Kalau gitu, habis belajar di Pembangunan Wilayah, kita bisa jadi apa dan ke mana?”

Setelah kita dapat pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni di Pembangunan Wilayah, kita bakal punya kompetensi sebagai seorang planner (perencana) dan juga geografer. Wih, keren banget, nggak, tuh? Kita bisa jadi planner dan geografer setelah belajar di program studi ini karena materi-materi yang didapat selama belajar di Pembangunan Wilayah sudah menggembleng kita dari dua sudut pandang yang saling melengkapi itu, yaitu perencanaan dan geografi. Secara teknis, kita juga bisa bekerja sebagai seorang perencana di lembaga-lembaga perencanaan. Contoh lembaga yang berkaitan dengan hal tersebut adalah Badan Perencanaan Nasional (Bappenas). Sekarang ini, banyak juga lembaga swasta yang memerlukan seorang perencana sebagai salah satu profesi penting yang dibutuhkan. Kita dapat menjadi konsultan untuk melayani klien-klien yang membutuhkan kemampuan kita. Bahkan, kalau mau, kita juga bisa terjun langsung untuk membuat keputusan terkait wilayah yang ingin kita kembangkan lewat kursi-kursi pemerintahan. Tapi, jangan salah! Kita juga bisa loh mengembangkan usaha kita sendiri dan membuka lapangan pekerjaan baru sesuai dengan yang kita impikan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari bekal ilmu yang telah dipelajari selama masa studi, yaitu bekal untuk menjadi seorang perencana dan pembuat keputusan, alias sebagai seorang pemimpin.

Keren banget kan belajar di Pembangunan Wilayah?

 

Categories: Publikasi

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.